Jumat, 21 September 2012

Hidup Tidak Selalu Bahagia

Secara status sekarang gue adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Namun gue bukanlah anak kandung. Hari ini gue baca tentang buku yang membahas tentang child neglected. Sedih juga kalo inget dulu gue dan kakak kandung gue adalah anak yang ditelantarkan.

Marah? Pasti. Dan itu berdampak banget sama gue sekarang. Gue ini kampung banget kalo udah marah. Gue jadi kasar banget kalo marah. Kadang gue berpikir kenapa gue jadi kasar ya kalo marah. Jawabannya adalah ada rasa marah di dalam diri gue yang selalu gue pendam. Parahnya gue ngga tau karena apa rasa marah itu dan untuk siapa rasa marah itu.

Baju baru untuk gue adalah baju bekas untuk kalian. Setiap ada sumbangan dari mereka yang mampu gue selalu bahagia dan bersyukur atas baju baru layak pakai yang kalian sumbangkan. Makanya sekarang ini ya bisa dibilang gue sangat menghargai uang. Gue selalu berusaha untuk cari part time buat menuhin dan beli barang yang gue mau.

Bersyukurlah kalian yang hidup dengan kondisi yang layak. Jangan sia-siakan apa yang kalian miliki. Hidup memang tidak selalu bahagia, tapi kita bisa membahagiakan orang lain dengan hidup kita :)

Minggu, 16 September 2012

Sejauh ini terapi gue makin sering ngerasa mual. Belakangan ini, koordinasi tangan gue mulai tidak baik. Kabar baiknya, gue sudah master dalam mengendarai kursi roda, Sudah bisa ngomong huruf vokal walau tidak jelas.

Bismillah aja.

Jumat, 14 September 2012

Pasangan

Iya benar, beberapa waktu lalu saya baru saja berpisah dengan seorang perempuan yang amat saya cintai. Dengan dia yang selama 2.5 tahun lalu menemani saya. Tidak beberapa lama dari perpisahan saya dengan dia, dia sudah mempunyai pasangan baru.

Awalnya saya berpikir "kok bisa?" dan "ngga salah tuh?". Setelah beberapa minggu termenung, saya mendapatkan pokok pikiran bahwa orientasi seseorang dalam membina hubungan dapat berubah. Pada saat mantan saya memulai hubungan dengan saya orientasi dalam hubungan masih sarat dengan jiwa muda eksperimental. Dan saya pun seperti itu. Saya masih melihat mantan pacar saya lewat eksistensinya dia di lingkungan SMA-nya, melihat bagaimana style dia berpakaian, bagaimana lifestyle-nya, dan tidak dipungkiri juga wajahnya yang memang kriteria perempuan idaman saya hehe :) yaa pokoknya SMA banget lah orientasi berpacarannya. Yang luar biasa dari hubungan kami adalah LDR. Saya akui untuk hal kesabaran mantan saya ini jawaranya. Selain kesabaran, dedikasi dia dalam suatu hubungan juga sangat baik. Nampaknya, akan sulit untuk mencari perempuan lain yang memiliki dua poin ini.

Oke lanjut membahas tentang orientasi dalam hubungan. Mantan saya ini membina hubungan baru dengan teman satu jurusannya di kampus. Dalam kesadaran saya detik ini "oh orientasi tujuan hubungannya sudah berbeda." Dia pasti membutuhkan laki-laki yang selalu ada dalam hidupnya. Orientasi hubungan yang lain saya tidak tahu karena alasan kenapa memilih pasangan yang sekarang kan hanya dia yang tahu.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Setiap malam saya selalu berdoa agar di hari esok (entah kapan) kami bisa bersama lagi. Minimal saling mencari untuk menjadi teman. Ya, hanya sekedar teman. Tapi, gue tiba-tiba berpikiran bahwa orientasi seseorang dalam menjalin hubungan sangat elastis. Bisa saja perubahan orientasi dalam membina hubungan itu bikin saya dan dia malah saling tidak mencari. Who knows?

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Yaa, saya masih mencari seperti apakah orientasi kedewasaan dalam hubungan saya selanjutnya. Ada sih, perempuan yang membuat saya terpesona dengan personality-nya. Tapi....nanti dulu deh. Biar saya dewasa dulu :D

Senin, 10 September 2012

Hari ini ngga terapi dikarenakan kemaren semaput abis terapi. Rasanya mual dan sakit kepala banget. Sekarang sih udah mendingan. Ya semoga aja besok gue udah kuat terapi lagi. Masih banyak utang terapi yang harus dilunasin demi kuliah lagi.

Minggu, 09 September 2012

Takut Untuk Percaya

Dear kamu, kadang aku masih ngga percaya bahwa hubungan kita sudah berakhir. Lebih parahnya, aku sangat tidak percaya kamu sudah bersama orang lain. Aku terlalu takut untuk percaya. Rasanya kita masih tertawa bersama, masih saling menunggu, saling bermediasi waktu mana yang kita kosongkan agar kita bisa bertemu. Sekedar makan siang atau menononton film yang bahkan kita tidak tahu tentang apa.

Segala kenangan yang terangkum sudah menjadi elegi abadi. Biar itu semua menjadi ode untuk kedewasaan kita bersama.

Sabtu, 08 September 2012

Motivasi

Kembali lagi dari Royal Marsden Hospital *kaya reporter* saat ini, gue udah mulai menerima kursi roda dalam kehidupan gue. Sudah bisa meluncur dengan cepat, naik bus sendiri dan naik kereta sendiri. Yaa pokoknya sudah bisa mobilisasi dengan baik.

Seoarang teman bernama Dinar memberikan link yang sangat memacu semangat dan memotivasi diri. Isinya tentang pengalaman seseorang bersama kursi roda. Bisa dilihat di  Story of Hendry Satriago ( CEO General Electric Indonesia )

Saya masih punya masa depan. Saya pintar. Saya bukan tipe orang yang sulit bersosialisasi. Saya calon pengacara masa depan yang sukses. Dan saya bangga bisa meluncur dengan baik di kursi roda. Mungkin Kimi Raikonen kalah kalo balapan :p

Yang paling penting, saya sudah tidak membenci diri saya sendiri dalam hal disability :D

Jumat, 07 September 2012

Post ini ditulis lagi di Royal Marsden Hospital. Duduk nunggu giliran radiotherapy sambil ngamatin manusia-manusia yang lalu lalang oleh kesibukannya masing-masing. Yang gue suka dari mengamati manusia-manusia lalu-lalang adalah kekayaan ekspresi dari mereka-mereka.

Ini kedua kalinya gue akan radiotherapy pasca operasi. Tiap abis radiotherapy kepala gue rada sakit deh. Ya gue berharap gue ngga akan operasi untuk kesekian kalinya :( Kalo lagi gini gue suka mikir mau nyerah aja dan mati. Tapi kalo liat daftar pencapaian hidup gue yang bejibun, gue jadi mau survive lagi. Gue cuma bisa menyemangati diri sendiri dengan bilang "Cel. hiduplah seribu tahun lagi untuk mewujudkan setiap cita-cita lo.."